... .. . Resensi Buku Islam

Situs ini memuat informasi tentang buku buku Islam. Resensi dan ringkasan buku buku Islam yang insya Allah bermanfaat buat para pembaca.

Saturday, May 23, 2026

Senarai Tentang Hari Arafah


---------------------------
https://buku-islam.blogspot.com/


. Arafah adalah kawasan terbuka yang terletak sekitar 23 km di sebelah tenggara Masjidil Haram, 10 km dari Mina, 6 km dari Muzdalifah. 

. Hari Arafah adalah hari kesembilan dalam bulan Dzulhijjah, dan merupakan hari kedua dalam rangkaian ibadah haji setelah hari Tarwiyah. 

. Hari Arafah adalah hari yang istimewa karena pada hari itu *Allah membanggakan hamba-Nya yang berkumpul di padang Arafah* kepada para malaikat. Telah datang keutamaan hari Arafah dan wukuf. Ibunda kaum mukminin, Aisyah radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ ؟

Tidak ada hari di mana Allâh Azza wa Jalla membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: "Apa yang mereka inginkan?" [HR. Muslim no. 1348]

. Bagi jama'ah haji, wukuf di Arafah adalah rukun haji. Yaitu berdiam di Arafah dari *sejak tergelincirnya matahari pada waktu Dhuhur sampai tenggelamnya matahari*. Rukun haji ini harus dilaksanakan, bila tidak maka hajinya tidak sah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya oleh sekelompok orang dari Nejed tentang haji, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

الْحَجُّ عَرَفَةُ

"*Haji itu adalah Arafah*."

[HR. at-Tirmidzi no. 889, an-Nasa'i no. 3016 dan Ibnu Majah no. 3015, dinyatakan shahih oleh al-Albani]

. Wukuf bisa dilakukan di mana saja di daerah Arafah dan tidak harus di tempat Nabi shalllahu alaihi wassalam melaksanakan wukuf. Beliau shalllahu alaihi wassalam bersabda: "Aku melakukan wukuf disini, dan seluruh Arafah adalah tempat untuk wukuf." [HR. Muslim]
Seorang jamaah haji harus memastikan bahwa dirinya telah masuk area Arafah yang sudah dipasang batas-batasnya oleh kerajaan Saudi Arabia. 

. Cara melakukan wukuf adalah dengan menghadap Kiblat, berdzikir dan berdoa, merendahkan diri kepada Allah, bertobat dan meminta kebaikan dunia dan akhirat.

. Memperbanyak doa atau dzikir terbaik di hari Arafah. 
Abdullah bin Amr radhiyallahu anhu meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

خَيْرُ الدُّعاءِ دُعاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَناَ وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah *La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir*.”  [HR. at-Tirmidzi no. 3585, dihukumi shahih oleh al-Albani, lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1503]

. Bagi yang tidak melaksanakan wukuf di Arafah, disunnahkan melakukan *puasa Arafah*. 
Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." [HR. Muslim no. 1162]

. Bagi jamaah haji dimakruhkan berpuasa Arafah, hikmahnya agar kuat dalam memperbanyak ibadah, dzikir dan berdoa yang panjang. 

. Bagi jamaah haji, melakukan shalat dhuhur dan ashar secara jama' dan qashar di waktu dhuhur. 

. Memperbanyak amal kebaikan pada hari Arafah. 
. Memperbanyak istighfar dan taubat pada hari Arafah. 
. Memperbanyak takbir mutlak pada hari Arafah. 
Narasi takbir berdasarkan riwayat Abdullah bin Mas'ud radhiyallaahu 'anhu.

 اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

[Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, al Albani berkata dalam Irwa 'al-Ghalil, 3/125 bahwa isnadnya shahih]
Takbir mutlak ini terus berlanjut sampai berakhirnya hari Tasyrik tanggal 13 Dzulhijjah. 

. *Melaksanakan takbir muqayyad*
Dilakukan setelah usai shalat Shubuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah), *setiap selesai shalat lima waktu*, dan berakhir pada usai shalat Ashar pada hari terakhir dari hari-hari Tasyriq (13 Dzulhijjah).

. Pada hari Arafah di hari Jum'at, turun wahyu (ayat) terakhir saat Rasulullah melaksanakan haji wada' (haji perpisahan).
Yaitu ayat

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

'Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu.' [Al-Maa-idah/5: 3]

Asbath mengatakan, dari as-Suddi, "Ayat ini turun pada hari 'Arafah, dan setelah itu tidak ada lagi ayat yang turun, yang menyangkut halal dan haram. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali dan setelah itu beliau wafat." 

Ibnu Jarir dan beberapa ulama lainnya mengatakan, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia setelah hari ‘Arafah, yaitu setelah 81 hari.” Keduanya telah diriwayatkan Ibnu Jarir. Selanjutnya ia menceritakan, Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami, Ibnu Fudhail menceritakan kepada kami, dari Harun bin Antarah, dari ayahnya, ia berkata, “Ketika turun ayat: اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu.” Yaitu pada haji akbar (besar), maka ‘Umar radhiyallahu anhu menangis, lalu Nabi shalalllahu ‘alaihi wa salam bertanya, “Apa yang menyebabkan engkau menangis?” ‘Umar radhiyallahu anhu menjawab, “Aku menangis disebabkan selama ini kita berada dalam penambahan agama kita. Tetapi jika telah sempurna, maka tidak ada sesuatu yang sempurna melainkan akan berkurang.” Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau benar.”

Dari Thariq bin Syihab, ia berkata, “Ada seorang Yahudi yang datang kepada ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu, lalu berkata, ‘Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya kalian membaca sebuah ayat dalam kitab kalian. Jika ayat tersebut diturunkan kepada kami, orang-orang Yahudi, niscaya kami akan menjadikan hari itu (hari turunnya ayat itu) sebagai Hari Raya.’ ‘Ayat yang mana?’ tanya ‘Umar radhiyallahu anhu. Orang Yahudi itu berkata, ‘Yaitu firman-Nya:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

‘Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu’ [Al-Maa-idah/5: 3]

Alangkah bagusnya perkataan Imam Malik bin Anas tentang hal ini
"Barangsiapa yang membuat bid'ah di dalam Islam yang dia mengganggapnya sebagai bid'ah hasanah (bid'ah yang baik), maka sesungguhnya dia telah menuduh bahwasannya Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam telah berkhianat di dalam (menyampaikan) risalah. Karena sesungguhnya Allah telah berfirman, "Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kamu Agama kamu". *Maka, apa-apa yang tidak menjadi (bagian dari) Agama pada hari itu, niscaya tidak akan menjadi (bagian dari) Agama pada hari ini*." [Al I'tisham juz 1 hal. 49 oleh Imam Asy Syatibi]


Referensi:
1. Al Masaa-il Jilid 1, Abdul Hakim bin Amir Abdat
2. Islam Adalah Agama Yang Sempurna, https://almanhaj.or.id, Yazid bin Abdul Qadir Jawas
3. Arafah, https://haj.gov.sa/ms/Hajj/Arafah, akses 7 Dzulhijjah 1447 H
4. Materi HSI AbdullahRoy, Silsilah Mahazi-Madrasah Haji dan Ziarah, Abdullah Roy
5. Panduan Manasik Haji & Umroh, Yazid bin Abdul Qadir Jawas 


--------------------
Disusun oleh Abu Maryam Chandra
Selesai di pagi hari di Bogor
dengan pertolongan Allah 
7 Dzulhijjah 1447 H
24 Mei 2026 M

Selanjutnya...

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home