... .. . Resensi Buku Islam

Situs ini memuat informasi tentang buku buku Islam. Resensi dan ringkasan buku buku Islam yang insya Allah bermanfaat buat para pembaca.

Sunday, July 12, 2026

Senarai Tentang Ayat Tentang Dzihar dan Sifat Allah Yang Maha Mendengar


==================
https://buku-islam.blogspot.com/


1. Ayat *Dzihar* dalam Surat al Mujadilah (*Wanita yang Mengajukan Gugatan*
قَدْ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوْلَ ٱلَّتِى تُجَـٰدِلُكَ فِى زَوْجِهَا وَتَشْتَكِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَٱللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَآ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ ١
Sungguh, Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya *Allah Maha Mendengar* lagi Maha Melihat.

ٱلَّذِينَ يُظَـٰهِرُونَ مِنكُم مِّن نِّسَآئِهِم مَّا هُنَّ أُمَّهَـٰتِهِمْ ۖ إِنْ أُمَّهَـٰتُهُمْ إِلَّا ٱلَّـٰٓـِٔى وَلَدْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنكَرًۭا مِّنَ ٱلْقَوْلِ وَزُورًۭا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌۭ ٢
Orang-orang yang men-dzihar istrinya di antara kamu, (menganggap istrinya sebagai ibunya, padahal) istri mereka itu bukanlah ibunya. Ibu-ibu mereka hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

وَٱلَّذِينَ يُظَـٰهِرُونَ مِن نِّسَآئِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا۟ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ مِّن قَبْلِ أَن يَتَمَآسَّا ۚ ذَٰلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِۦ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ ٣
Dan mereka yang men-dzihar istri mereka, kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (mereka wajib) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui atas apa yang kamu kerjakan.

فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِن قَبْلِ أَن يَتَمَآسَّا ۖ فَمَن لَّمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًۭا ۚ ذَٰلِكَ لِتُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۗ وَلِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ ٤
Maka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya), maka (dia wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang sangat pedih.


2. Arti Dzihar
Dzihar secara bahasa artinya punggung. 
Dzihar adalah seorang suami berkata kepada istrinya: "Engkau dalam pandanganku seperti punggung ibuku" atau kalimat lain yang secara jelas menunjukkan pengharaman dirinya terhadap istrinya. 
Pada zaman jahiliyyah, dzihar dianggap talak. Tetapi dalam Islam dzihar tidak dianggap sebagai talak tetapi termasuk perbuatan dusta dan haram. Dan seorang suami yang mendzihar istrinya ketika ingin menyetubuhi istrinya harus membayar kaffarah dzihar.
Dzihar adalah perkataan mungkar dan dusta. 
Perkataan dzihar tidak menjadikan si istri haram baginya. Namun ia tidak boleh menyetubuhinya *hingga melaksanakan kaffarah*


3. Kisah di Balik Ayat Ini
Dahulu ada seorang wanita yang bernama *Khaulah binti Tsa'labah* dan suaminya yaitu Aus Ibnu Shamit radhiallahu ta'ala 'anhum jami'an, dimana Aus telah mengucapkan ucapan dzihar, "Engkau atasku seperti punggung ibuku". Kemudian Aus menyesal atas apa yang dia ucapkan tadi. Dan dahulu yang namanya dzihar ini termasuk dianggap talak di zaman jahiliyah. 

Kemudian Khaulah binti Tsa'labah mendatangi Rasulullah ﷺ. 
Dan saat itu Aisyah sedang membersihkan kepala Rasulullah ﷺ .
Khaulah binti Tsa'labah menceritakan permasalahannya dan berkata 

فهل من شيء يجمعني وإياه

Apakah di sana ada sebuah cara yang bisa mengumpulkan antara diriku dengan dia

فقال رسول الله – صلى الله عليه وسلم

Maka Rasulullah ﷺ mengatakan

حرمت عليه

Engkau menjadi haram atasnya, yaitu dengan ucapan tadi maka dia diharamkan, tidak boleh bersentuhan, tidak boleh Aus mendatangi istrinya. 

فقالت

Wanita tadi mengatakan

يا رسول الله والذي أنزل عليك الكتاب ما ذكر طلاقا وإنه أبو ولدي وأحب الناس إلي

Wahai Rasulullah ﷺ demi Dzat yang telah menurunkan kepadamu Al-Qur’an, ما ذكر طلاقا Aus tidak menyebutkan perceraian dia cuma mengatakan أنت علي كظهر أمي, dan sesungguhnya dia adalah bapak dari anak-anakku dan orang yang paling aku cintai, ini dia menunjukkan bagaimana kecintaan dia dan sayangnya dia kepada Aus Ibnu Shamit

فقال رسول الله – صلى الله عليه وسلم

maka Rasulullah ﷺ mengatakan

حرمت عليه

Engkau telah haram atas dia

فقالت

maka wanita ini mengatakan ia dalam keadaan sangat bersedih

أشكو إلى الله فاقتي ووحدتي قد طالت صحبتي ونفضت له بطني

Aku mengadu kepada Allāh ﷻ tentang kefakiranku, dia sekarang menjadi seorang yang miskin, kalau dia cerai dengan suaminya dalam keadaan dia memiliki anak maka dia mengadukan perkara ini kepada Allāh ﷻ

ووحدتي

dan juga kesendirianku, tidak bersuami menurut dia ini, dia menganggap berarti terjadi perceraian padahal dia dalam keadaan miskin dan dia sudah lama menemani suaminya dan perutnya sudah membesar untuk suaminya

فقال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : ما أراك إلا قد حرمت عليه

Kemudian Rasulullah ﷺ mengatakan aku tidak melihat kecuali engkau ini sudah diharamkan atas dirinya

ولم أومر في شأنك بشيء

Aku tidak diperintahkan tentang perkaramu ini dengan sesuatu. Artinya saat itu belum turun wahyu kepada Nabi ﷺ

فجعلت تراجع رسول الله – صلى الله عليه وسلم

mulailah dia mengatakan kepada Rasulullah ﷺ, artinya sangat berat bagi dia perpisahan ini, dia memikirkan anak-anaknya memikirkan kemiskinannya kesendiriannya maka dia mendatangi Rasulullah ﷺ kembali kemudian

وإذا قال لها رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : حرمت عليه هتفت

setiap kali Rasulullah ﷺ mengatakan engkau sudah diharamkan atas suamimu maka dia berkata

أشكو إلى الله فاقتي وشدة حالي وإن لي صبية صغارا إن ضممتهم إليه ضاعوا وإن ضممتهم إلي جاعوا

Aku mengadukan perkara ini kepada Allāh ﷻ, mengadukan kemiskinanku mengadukan susahnya diriku keadaan diriku dan aku memiliki anak-anak yang masih kecil, kalau aku serahkan dia kepada Aus maka mereka akan tersia-sia, yaitu mungkin tidak keurus misalnya meskipun Aus punya harta misalnya,

وإن ضممتهم إلي جاعوا

tapi kalau aku bawa maka mereka akan kelaparan, karena aku bukan seorang yang memiliki harta banyak

وجعلت ترفع رأسها إلى السماء

mulailah dia mengangkat kepalanya kelangit, menunjukkan bahwasanya Allāh ﷻ berada di atas, mengadukan keadaan dirinya kepada Allāh ﷻ

*وتقول : اللهم إني أشكو إليك*

*Ya Allāh ﷻ aku mengadukan kesusahan diriku kepada-Mu*

اللهم فأنزل على لسان نبيك ، وكان هذا أول ظهار في الإسلام

Kemudian dia mengatakan Ya Allāh ﷻ turunkanlah sesuatu atas lisan Nabi-Mu, yaitu tentang urusan dia ini, wahyu yang berkaitan dengan masalah dia ini

فقامت عائشة تغسل شق رأسه الآخر

maka ‘Aisyah Radiallāhu ta’ala anha berdiri untuk membersihkan kepala Rasulullah ﷺ bagian yang lain

فقالت : انظر في أمري جعلني الله فداءك يا نبي الله

Kemudian dia mengatakan lihatlah urusanku ini semoga Allāh ﷻ menjadikan aku sebagai tebusannya wahai Nabi Allāh ﷻ

فقالت عائشة : أقصري حديثك ومجادلتك أما ترين وجه رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ؟

Jadi wanita ini banyak berbicara saat itu kepada Rasulullah ﷺ dalam keadaan dia sedih dalam keadaan dia khawatir dengan keadaan anak-anaknya maka ‘Aisyah mengatakan perpendeklah ucapanmu dan debatmu apakah engkau tidak melihat wajah Rasulullah ﷺ?

وكان رسول الله – صلى الله عليه وسلم – إذا نزل عليه أخذه مثل السبات – فلما قضي الوحي قال لها : ادعي زوجك فدعته

Kemudian Rasulullah ﷺ saat itu diturunkan kepada Beliau ﷺ wahyu, ketika sudah selesai wahyu maka beliau berkata kepada Khaulah datangkan suamimu, kemudian dia memanggil suaminya

فتلا عليه رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : ” قد سمع الله قَوۡلَ ٱلَّتِي تُجَٰدِلُكَ فِي زَوۡجِهَا

kemudian beliau membacakan قد سمع الله ini kepada suami istri tersebut

قالت عائشة : تبارك الذي وسع سمعه الأصوات كلها

ketika turunnya ayat ini yang berkaitan dengan wanita ini dan ‘Aisyah saat itu berada di dekat Rasulullah ﷺ maka ‘Aisyah mengatakan Sungguh berbarokah Dzat yang pendengaran-Nya meliputi seluruh suara semuanya

إن المرأة لتحاور رسول الله – صلى الله عليه وسلم – وأنا في ناحية البيت أسمع بعض كلامها ويخفى علي بعضه إذ أنزل الله : ” قد سمع الله ” الآيات

Sesungguhnya seorang wanita berbicara kepada Rasulullah ﷺ dan aku berada di sebagian tempat di rumah, artinya dekat jaraknya, dekat dan tidak jauh, aku mendengar sebagian ucapannya dan sebagian yang lain samar bagiku kemudian Allāh ﷻ menurunkan Firman-Nya

قد سمع الله

sungguh Allāh ﷻ telah mendengar.


4. Hukum Dzihar dan Tebusannya
Hukum dzihar adalah dosa besar dan harus membayar kaffarah yang mughalladzah, kaffaroh yang keras dan berat. *Kaffarah dzihar, harus berurutan yaitu*
1. Ia harus memerdekakan seorang budak yang memenuhi syarat yaitu beriman dan tidak ada cacat yang membuatnya tidak bisa bekerja. 
2. Bila tidak mampu, maka ia berpuasa selama dua bulan berturut-turut.
3. Bila tidak mampu, maka ia memberi makan 60 orang fakir miskin.


5. *Sifat Allah Maha Mendengar*
Berkata as Sa'di dalam tafsirnya, bahwa ayat yang mulia ini turun berkenaan seseorang dari kalangan Anshar ketika istrinya mengadukan perihalnya kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang mengharamkan dirinya setelah sekian lama bersama dan memiliki banyak anak. Istrinya mengadu perihal kondisinya dan kondisi suaminya kepada Allah جَلَّ جَلالُهُ dan RasulNya secara berulang-ulang. 

Kemudian Allah جَلَّ جَلالُهُ berfirman,
قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا 

"Sungguh Allah telah mendengar perkataan yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua."

Berkata ustadz Abdullah Roy dalam Halaqah Silsilah Ilmiah AbdullahRoy, 
Ketika turunnya ayat ini yang berkaitan dengan wanita ini dan ‘Aisyah saat itu berada di dekat Rasulullah ﷺ maka ‘Aisyah mengatakan Sungguh berbarokah Dzat yang pendengaran-Nya meliputi seluruh suara semuanya

إن المرأة لتحاور رسول الله – صلى الله عليه وسلم – وأنا في ناحية البيت أسمع بعض كلامها ويخفى علي بعضه إذ أنزل الله : ” قد سمع الله ” الآيات

Sesungguhnya seorang wanita berbicara kepada Rasulullah ﷺ dan aku berada di sebagian tempat di rumah, artinya dekat jaraknya, dekat dan tidak jauh, aku mendengar sebagian ucapannya dan sebagian yang lain samar bagiku kemudian Allāh ﷻ menurunkan Firman-Nya

قد سمع الله

Sungguh Allāh ﷻ telah mendengar.

‘Aisyah Radhiallahu Ta’ala Anha dan dia berada di bumi dan hanya berjarak beberapa meter dari wanita tadi tidak mendengar apa yang diucapkan wanita tadi kepada Rasulullah ﷺ, mendengar sedikit tapi sebagian yang lain samar, tapi Allāh ﷻ Yang Maha Tinggi yang Beristiwa diatas Arsy, Yang Maha Besar, Yang Maha Tinggi, ternyata Allāh ﷻ mendengar apa yang diucapkan oleh wanita tadi dan mendengar syakwā (aduan) dia ketika dia mengatakan

*اللهم إني أشكو إليك*

Aku mengadukan kepada-Mu kesusahanku. 

Inilah sifat *Allah Yang Maha Mendengar* dengan pendengaran yang hakiki sesuai dengan kemuliaan, kesempurnaan dan keagungan-Nya, yang berbeda dengan sifat mendengar makhluk yang penuh kekurangan dan ketidaksempurnaan.


Rujukan
. Abdullah Roy hafizhahullah, Pembahasan Aqidah Wasithiyyah, HSI AbdullahRoy
. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa'di rahimahullah, Manhajus Salikin wa Taudhihul Fiqhi Fiddin 
. Tafsir Surat Al Mujadilah, https://daaralatsarindonesia.com/tafsir-058-001/

----------------------
Senarai disusun oleh Abu Maryam Chandra
27 Muharram 1448 H/12 Juli 2026
Pagi hari di Bogor

Selanjutnya...

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home