... .. . Resensi Buku Islam

Situs ini memuat informasi tentang buku buku Islam. Resensi dan ringkasan buku buku Islam yang insya Allah bermanfaat buat Anda

My Photo
Name:
Location: Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia

I am just a student. I love to study.

Saturday, June 17, 2006

Risalah Nikah

Judul Asli : Zawaj Mubarak
Pengarang : Ahmad bin Abdul Aziz al Hamdan
Judul Indonesia : Risalah Nikah
Alih Bahasa : Zainal Abidin Syamsuddin, LC
Penerbit : Darul Haq
Cetakan : II
Halaman : xii + 100

Berikut sebagian masalah yang bisa saya bawakan dari buku tersebut. Semoga
kita bisa mengambil manfaatnya.


[HUKUM DAN ETIKA MALAM PERTAMA]
------------------------------------------------

[Pertama]
Dianjurkan kepada sang suami bersikap lemah lembut pada malam pertama dengan mengajak bicara sehingga terjadi keakraban atau menyuguhkan segelas minuman sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam.


[Kedua]
Dianjurkan untuk meletakkan tangan kanan di atas ubun ubun sang istri kemudian membaca doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam.

"Bismillah Allahumma bariklii fii zaujatii .." (lengkapnya bacalah buku tersebut)

[Ketiga]
Dianjurkan kepada sang suami shalat dua raka'at bersama istrinya dan sang istri berada di belakangnya. Sebab demikian itu lebih melanggengkan kasih sayang.

[Keempat]
Jika ingin melakukan hubungan sebadan hendaknya berdoa:

"Bismillah, allahumma jannibnasy syaithaan wa jannibisy syaithaan maa razaqtanaa"

[Kelima]
Tidak boleh sang suami menggauli istri kecuali di tempat jalan lahirnya bayi dan boleh melakukan cumbu rayu sesuka hati namun tidak boleh menggaulinya ketika masa haid atau nifas.

[Keenam]
Apabila sang suami memiliki lebih dari satu istri maka pada pagi hari dari malam pertama hendaknya sang suami mendatangi istri istri lain dengan tujuan saling mendoakan.

[Ketujuh]
Diharamkan bagi kedua mempelai menyebarkan rahasia hubungan seksual karena hal itu termasuk dosa besar.


[HAK HAK SUAMI DAN ISTRI]
Diantara hak hak yang harus ditegakkan bersama sama sebagai berikut:

[Pertama]
Kerja sama dalam rangka menegakkan ketaatan kepada Allah, satu dengan yang lain saling mengingatkan kepada nilai ketakwaan. Diantara contoh yang paling indah adalah kerjasama antara suami dengan istri dalam menghidupkan qiyamul lail sebagaimana sabda Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam (yang artinya) :

"Semoga Allah merahmati seorang laki laki yang bangun malam kemudian shalat dan membangunkan istrinya untuk shalat dan bila tidak mau bangun maka ia memerciki dengan air di wajahnya. Dan semoga Allah merahmati seorang perempuan yang bangun malam lalu shalat dan membangunkan suaminya untuk shalat, bila tidak mau bangun maka ia memerciki dengan air di wajahnya." (HR. Ahmad, Ahlul Sunan kecuali At Tirmidzi dan hadits ini shahih).

[Kedua]
Menjalani kehidupan rumah tangga dengan tulus, ikhlas, setia dan penuh kasih sayang.

[Ketiga]
Hendaknya masing masing suami istri merasa memiliki tanggung jawab penuh terhadap tugas dan kewajiban yang ada di pundaknya. Masing masing harus tahu bahwa dia dituntut untuk menunaikan kewajiban secara baik dan sempurna sebagaimana sabda Nabi (yang artinya)

"Setiap kalian adalah pemimpiin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan imam adalah pemimpin, dan orang laki laki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan wanita adalah penanggungjawab atas rumah suami dan anaknya. Dan setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR. Al Bukhari)

[Keempat]
Antara suami dan istri harus kerjasama secara baik dalam rangka mewujudkan suasana tenang dan gembira serta berusaha semaksimal mungkin menjauhkan perkara perkara yang mendatangkan keburukan dan kesedihan. Betapa indahnya ucapan Abu Darda' ketika berkata kepada istrinya :

"Jika kamu sedang melihatku dalam keadaan marah maka carilah sesuatu yang bisa menyenangkanku dan jika aku melihatmu sedang marah maka aku akan mencari sesuatu yang bisa menyenangkanmu, dan bila tidak seperti itu maka kita tidak usah berkumpul saja".

[Kelima]
Tidak menyebarkan rahasia masing masing dan tidak menyebut nyebut keburukan pasangannya di depan orang lain karena demikian itu melecehkan harga diri pasangannya di depan orang lain. Ketika itu ia telah melakukan ghibah yang dibenci lagi berdosa.

[Keenam]
Hendaknya masing masing memperhatikan gaya dan penampilan, istri berdandan yang bagus untuk suami dan suami juga berdandan yang bagus untuk sang istri. Ibnu Abbas berkata :

"Saya sangat senang berdandan untuk istriku sebagaimana saya senang bila ia berdandan untukku, karena Allah berfirman :'Dan bagi istri istri hak yang sepadan dengan kewajiban kewajibannya dengan baik'."



[PERSONAL VIEW]
Ini adalah buku saku yang cukup ringkas memuat permasalahan tentang pernikahan. Yaitu tentang alasan alasan mengapa harus menikah, bagaimana memilih jodoh, hukum dan etika meminang, seputar akad nikah, etika malam pengantin, dll. Termasuk juga hak hak dan kewajiban suami dan juga istri. Cukup baik sekali buat dibaca oleh mereka yang akan menikah dan juga bagi mereka yang sudah menikah, sebagai pengantar untuk membaca buku buku
pernikahan yang lain yang pembahasannya lebih luas.


Chandraleka
Selanjutnya...

Rumah Tangga Tanpa Problema

Ini adalah resensi buku Rumah Tangga Tanpa Problema.


Judul : Rumah Tangga Tanpa Problema
Pengarang : Mazin bin Abdul Karim Al Farih
Alih Bahasa : Ummu Ishaq Zulfa Bintu Husein
Penerbit : Pustaka Al Haura' Yogyakarta
Halaman : 104


Ini satu buku kecil yang ringkas yang berisi wasiat buat para istri dan juga peringatan buat para suami dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Sehingga para suami dan istri sadar dengan posisinya masing masing dalam rumah tangga dalam rangka membentuk rumah tangga bahagia tanpa problema, kecuali masalah masalah biasa yang merupakan tabiat manusia. Berikut ringkasan salah satu bab yang perlu diketahui oleh para suami.


[KESALAHAN YANG MENIMPA SEBAGIAN SUAMI]
-------------------------------------------------------

[Pertama]
Tidak memberikan ta'lim (pengajaran) agama dan hukum hukum syari'at kepada istri. Banyak jalan dan cara untuk mengajarkan perkara agama kepada istri, diantaranya:

1. Engkau menghadiahkan untuknya sebuah buku tentang Islam dan hukum hukumnya dan engkau mendiskusikan isi buku tersebut bersamanya.

2. Engkau menghadiahkan untuknya sebuah kaset dan engkau minta dia untuk meringkaskan untukmu materi yang dibawakan oleh penceramah.

3. Engkau membawanya untuk menghadiri pelajaran pelajaran dan ceramah ceramah yang disampaikan oleh para syaikh dan para penuntut ilmu di masjid masjid.

4. Engkau mempelajari sebuah kitab bersamanya, seperti kitab "Riyadhush Shalihin" atau Kitabut Tauhid.

5. Setiap Jum'at engkau sampaikan padanya materi khutbah Jum'at dan engkau diskusikan dengannya.

6. Engkau menghubungkannya dengan teman yang shalihah dan engkau membantunya untuk menghadiri majlis majlis dzikir bersama mereka.

7. Jika memungkinkan, engkau membawanya ke pusat pusat perkumpulan wanita yang ditangani kepengurusannya oleh para wanita shalihah.

8. Engkau membuat sebuah perpustakaan di dalam rumahmu dan membuat sekumpulan buku buku islami dan engkau mendorongnya untuk menelaah/mempelajari dan membacanya.

9. Engkau mengkhususkan hadiah bulanan untuknya jika ia dapat menghapal beberapa surat atau ayat ayat Al Qur'an.

10. Engkau mendorongnya untuk mendengarkan siaran pembacaan Al Qur'an.

[Kedua]
Mencari cari kesalahan dan menyelidiki aib isterinya.

[Ketiga]
Berbuat dhalim terhadap istri dengan memberikan hukuman yang tidak sesuai dengan kesalahan yang diperbuatnya, diantara bentuknya:

a. Menggunakan pukulan sebagai langkah awal pemberian hukuman.

"Wanita wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan tinggalkanlah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaati kalian, maka janganlah kalian mencari cari jalan untukmenyusahkannya." (An Nisaa' : 34).

Dengan demikian, bila istri berbuat nusyuz maka yang pertama kali dilakukan adalah menasehatinya. Bila tidak berubah, maka ditinggalkan di tempat tidurnya. Dan terakhir bila tetap pada kesalahannya, dipukul dengan pukulan yang tidak membuat cacat.

b. Termasuk kedhaliman dalam dasar pemberian hukuman adalah mengeluarkan istri dari rumahnya tanpa diperkenankan oleh syari'at, sedangkan Allah 'Azzawa Jalla berfirman,

"Janganlah kalian mengeluarkan mereka (para istri) dari rumah rumah mereka dan janganlah mereka diizinkan keluar kecuali bila mereka melakukanperbuatan keji yang terang terangan. Itulah hukum hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat dhalim terhadap dirinya sendiri." (Ath Thalaq : 1).

c. Demikian pula memukul istri pada wajah, mencerca dan menjelekkan istri. Pernah datang seorang pria kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam,lalu ia bertanya:

"Apa hak seorang istri terhadap suaminya?"Rasulullah bersabda :"Suami memberi makan istrinya jika ia makan, memberinya pakaian jika ia berpakaian, tidak memukul pada wajah, tidak menjelekkannya, dan tidak meninggalkannya (memboikot) kecuali di dalam rumah."

[Keempat]
Mengurangi nafkah.

"Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma'ruf". (Al Baqarah : 223)

[Kelima]
Bersikap keras, kaku dan tidak lembut terhadap istri

"Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang palng baik diantara mereka akhlaknya dan sebaik baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri istrinya." (Silsilah Hadits Shahih no. 284).

[Keenam]
Suami menganggap rendah dan enggan membantu istrinya

[Ketujuh]
Menyebarkan rahasia istri dan keaibannya
"Sejelek jelek kedudukan manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah suami yang bergaul (bercampur) dengan istrinya dan istri bercampur dengannya, kemudian ia menyebarkan rahasia istri." (HR. Muslim).

[Kedelapan]
Tergesa gesa dan mudah dalam menjatuhkan talak terhadap istrinya

[Kesembilan]
Poligami tanpa memperhatikan ketentuan ketentuan syariat

[Kesepuluh]
Lemahnya rasa cemburu


[PERSONAL VIEW]
ni satu buku yang perlu sekali dibaca oleh mereka yang akan menikah danjuga bagi mereka yang sudah menikah. Sehingga masing masingnya bisa berperan baik pada posnya tersendiri, yaitu sebagai suami yang baik dan juga sebagai istri yang baik. Menarik untuk kita lihat fenomena keluarga di zaman ini, bahwa kebanyakan para suami tidak memberikan pengajaran agama yang baikkepada keluarganya. Meskipun mereka bukanlah seorang ustadz, mereka tetap bisa mengajak keluarganya kepada kajian kajian Islam yang ilmiyah. Yang sederhana bisa juga dengan merutinkan membacakan satu atau dua hadits kepada istri dan anak anaknya selepas subuh atau maghrib. Yang dengan ini keluarga keluarga muslim insya Allah menjadi keluarga yang kokoh agar terbentuk ummat yang kokoh. Tidak seperti keluarga keluarga kafir yang hancur berantakan karena jauh dari cahaya Islam.


.. N o t e ..
Saya ucapakan terima kasih buat seorang yang telah sudi meminjamkan buku ini kepada saya. Semoga Allah Yang Bersemayam Di Atas Arsy memberi balasan yang lebih baik buatnya. Amiin..




Chandraleka
Selanjutnya...

Thursday, June 15, 2006

Langkah Kecil untuk Sesuatu yang Besar

Bismillah

Dalam gambaran saya, saya ingin membuat suatu situs khusus yang memuat informasi tentang buku. Ya, tentang buku Islam. Utamanya mengenai resensi buku Islam dari buku buku yang pernah saya baca.

Jadi rencana awalnya, saya ingin buat ringkasan atau resensi dari buku buku Islam yang saya baca. Kemudian saya tempatkan di blogger ini. Semoga dari ini bisa bermanfaat bagi saya pribadi dan juga kaum muslimin. Semoga Allah Yang Bersemayam Di Atas Arsy meridhoi upaya saya ini. Amiin...


Fatmawati, Jum'at, 16 Juni 2006.
Chandraleka
Selanjutnya...